Brother and Sister... Let's save our sea and our coral reef! By save sea and coral reef we save human life and also keep God's creature...
Saturday, September 24, 2011
KIM 6 di mulai!!
KIM (Kontes Inovator Muda) sudah dimulai lagi. Tahun ini, pelaksanaan KIM telah memasuki tahun ke-6. Untuk adik-adik SMA yang punya minat tinggi di bidang kelautan, ayo asah kemampuan kalian dalam menulis makalah kelautan. Jangan sampai ketinggalan lho.. Walaupun sebenarnya postingan ini juga sangat terlambat. hehehe... Tetapi, tetap semangat untuk menjadi sang inovator ya!
Dukungan untuk adik-adikku di Maumere
Buat adik-adikku di SMA Negeri 1 Maumere yang saat ini dalam proses membuat karya tulis ilmiah dalam rangka mengikuti Kontes Inovator Muda 6, tidak pernah menyerah ya dan terus berusaha. Kakak yakin kalian pasti bisa memberikan yang terbaik dengan kemampuan kalian. Sebagai satu tim, kalian harus menjadi tim yang solid. Kerja sama itu sangat penting. Oh ya, konsultasi dengan guru pembimbing juga harus tetap terjalin.
Untuk Uci, Frans dan Rina: kumpulkan data yang selengkap dan seakurat mungkin dan jadwal rutin yang sudah ada tolong dilaksanakan. Untuk Yos, dkk: setelah ada persiapan, konsultasi itu perlu, tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Tim harus solid. Untuk Rian, dkk: Jangan mudah menyerah dalam menghadapi sesuatu. Mungkin saja di balik tantangan yang sangat sulit akan muncul kebahagiaan yang besar. Untuk tim lain yang tidak kakak sebutkan, kalian juga harus kompak ya. :)
Adik-adikku, ini saja yang bisa kakak sampaikan sebagai motivasi buat kalian. Tetap semangat dan jangan putus asa. Jika ada hal yang mau kalian tanyakan, jangan sungkan. Tanyakan saja sama kakak, jika kakak bisa membantu maka pasti akan kakak bantu. Salam. :)
Untuk Uci, Frans dan Rina: kumpulkan data yang selengkap dan seakurat mungkin dan jadwal rutin yang sudah ada tolong dilaksanakan. Untuk Yos, dkk: setelah ada persiapan, konsultasi itu perlu, tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Tim harus solid. Untuk Rian, dkk: Jangan mudah menyerah dalam menghadapi sesuatu. Mungkin saja di balik tantangan yang sangat sulit akan muncul kebahagiaan yang besar. Untuk tim lain yang tidak kakak sebutkan, kalian juga harus kompak ya. :)
Adik-adikku, ini saja yang bisa kakak sampaikan sebagai motivasi buat kalian. Tetap semangat dan jangan putus asa. Jika ada hal yang mau kalian tanyakan, jangan sungkan. Tanyakan saja sama kakak, jika kakak bisa membantu maka pasti akan kakak bantu. Salam. :)
Wednesday, March 30, 2011
Lokasi pembudidayaan rumput laut. Lokasi ini terletak sekitar 200 meter dari garis pantai dan kedalaman sekitar 10-14 meter
Adik-adik kelas yang tikut bersama dalam pengamatan tentang rumput laut. (Alit dan Uci)
Rumput laut yang baru di ambil dari lokasi pembudidayaan dan akan diseleksi untuk dijadikan bibit baru
Pelepasan rumput laut dari ikatan untuk dikumpulkan dan diseleksi
Rumput laut dari jenis alga hijau
Rumput laut dari jenis alga merah
Penyakit ice-ice yang biasa menyerang rumput laut.
Biasanya bagian yang terkena ice-ice akan berubah warna menjadi putih, dan bagian yang terkena akan membusuk
Proses pengikatan rumput laut hasil seleksi. Pada umumnya, dari satu ulur tali yang digunakan untuk membudidayakan rumput laut, bisa diperoleh tiga ulur tali sebagai bibit baru.
Sambil menambah pengetahuan tentang rumput laut, sambil mengisi perut juga dengan kelapa muda. Hehehehe.... :)
Rumput laut basah yang siap untuk dijemur
Adik-adik kelas yang tikut bersama dalam pengamatan tentang rumput laut. (Alit dan Uci)
Rumput laut yang baru di ambil dari lokasi pembudidayaan dan akan diseleksi untuk dijadikan bibit baru
Pelepasan rumput laut dari ikatan untuk dikumpulkan dan diseleksi
Rumput laut dari jenis alga hijau
Rumput laut dari jenis alga merah
Penyakit ice-ice yang biasa menyerang rumput laut.
Biasanya bagian yang terkena ice-ice akan berubah warna menjadi putih, dan bagian yang terkena akan membusuk
Proses pengikatan rumput laut hasil seleksi. Pada umumnya, dari satu ulur tali yang digunakan untuk membudidayakan rumput laut, bisa diperoleh tiga ulur tali sebagai bibit baru.
Sambil menambah pengetahuan tentang rumput laut, sambil mengisi perut juga dengan kelapa muda. Hehehehe.... :)
Rumput laut basah yang siap untuk dijemur
Bawah: Rumput laut dalam keadaan setengah kering. Biasanya rumput laut yang dijemur akan kehilangan 90% beratnya.
Monday, March 28, 2011
Secuplik Cerita tentang Rumput Laut di Pesisir Pantai Geliting
Tanggal 20 Maret 2011 baru-baru ini saya bersama adik-adik kelas saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat pembudidayaan rumput laut yang ada di Maumere, tepatnya di daerah Geliting. Lokasinya berjarak sekitar 8 km dari pusat kota Maumere. Akses ke tempat ini dapat dicapai dengan menggunakan angkutan kota ataupun ojek.
Di sana saya mewawancarai salah satu petani rumput laut yang berama Bapak Muhammad. Beliau sudah menekuni usaha ini sejak tahun 2004. Pada saat COREMAP II Sikka memulai program pembudidayaan rumput laut. Jenis rumput laut yang dibudidayakan adalah dari jenis alga hijau dan alga merah, yakni Euchema cottonii dan Gracilaria, spp.
Kami pun sempat di ajak untuk mengambil rumput laut yang akan diseleksi lagi untuk dijadikan sebagai bibit. Tali yang dipakai sepanjang 35 meter. Dari satu ulur tali, dapat diperoleh tiga ulur tali yang akan dilepaskan lagi ke laut selama 45 hari lalu kemudian dipanen. Dalam sekali panen, biasanya Bapak Muhammad memperoleh 100 ton rumput laut basah yang kemudian akan dikeringkan.
Biasanya rumput laut yang telah dipanen dijemur selama lebih kurang tiga hari jika hari cerah untuk mengurangi kadar air di dalam rumput laut. Jika cuaca sedang tidak cerah, proses penjemuran dapat berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Harga jual rumput laut kering ini berkisar sekitar Rp 8.000,00. "yah, lumayan lah untuk hidup dan sekolah anak-anak," jawab Bapak Muhammad ketika diwawancarai.
Metode yang digunakan oleh sebagian besar nelayan adalah metode long line, yakni dengan mengulurkan tali yang diikatkan pada pemberat di bagian bawah dan pelampung di bagian permukaan air. Untuk optimalnya pertumbuhan rumput laut, sebaiknya tempat pembudidayaan diletakkan pada kedalaman sekitar > 10 meter atau sedikit jauh dari ekosistem terumbu karang.
Tuesday, January 18, 2011
Teman-teman Si Umbu beraksi kembali !!!
| Duta karang tahun 2010 (tengah) |
| Teater dari FAK Sikka |
| Persembahan lagu we are the world |
| Musisi Forum Anak Karang |
| Foto bersama setelah kegiatan |
| Dinner bersama |
Sunday, December 19, 2010
Kehidupan Masyarakat Suku Bajo di Maumere
Ada sebuah tempat di Maumere yang merupakan tempat tinggal masyarakat suku Bajo yang berprofesi sebagai nelayan, yakni Wuring. Wuring merupakan salah satu daerah di Kabupaten Sikka yang berjarak kurang lebih 2 km dari kota Maumere. Di sini bisa kita lihat perumahan terapung milik penduduk suku Bajo yang berayar dari Sulawesi Tenggara dan kemudian menetap di situ. Wuring dulunya merupakan kota pelabuhan tersibuk di Kabupaten Sikka yang menjadi tempat terjadinya kegiatan bongkar muat barang. Biasanya kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan wuring adalah kapal-kapal tradisional yang mengangkut hasil bumi dan bahan bangunan dari Maumere ke Makassar ataupun sebaliknya.
Hampir semua masyarakat Bajo yang ada di Maumere, khususnya yang tinggal di perkampungan terapung di Wuring adalah nelayan. Mereka sangat menggantungkan hidupnya kepada laut. Sejak kecil, anak-anak suku Bajo sudah mahir berenang bahkan melaut. Mereka sudah dididik oleh orang tuanya untuk bekerja sebagai nelayan. Perkampungan terapung ini juga merupakan salah satu tempat tujuan wisata di Maumere. Baru-baru ini sempat terjadi badai di daerah ini. Namun, karena jiwa pelaut mereka, maka mereka tidak gentar. Mereka seakan sudah sering mengalami hal yang sama. Masih banyak lagi tempat-tempat wisata di Maumere yang belum dipublikasikan. Oleh karena itu saya mengajak setiap orang yang membaca ini untuk datang ke NTT. NTT juga bisa sama seperti tempat-tempat wisata lainnya. NTT punya potensi besar.
Thursday, November 18, 2010
Maaf baru nongol lagi soalnya setelah pulang dari Jakarta, saya disibukkan dengan berbagai kegiatan sekolah. Maklum udah kelas XII.. Hehehehe.. Tetapi sejak pulang dari Jakarta, rasanya kangen sama teman-teman yang waktu itu bersama-sama di LIPI.. Kapan ya baru bisa ketemuan lagi?
Oh ya, waktu hari minggu 18/11-2010 saya sempat pergi ke pantai disuatu tempat di daerah saya, Sikka yang namanya Pati Ahu untuk snorkling. Di sana sangat indah. Terumbu karangnya ada beberapa jenis. mungkin 12-an jenis kalo nggak salah. Ada juga sekitar 5 jenis sponge dan bermacam-macam jenis ikan yang berwarna-warni berenang bersama saya. Awalnya saya sedih karena melihat sebagian besar terumbu karang di sana rusak akibat bom. Banyak sekali terumbu karang yang ukurannya sangat besar sekitar tiga meter-an yang patah begitu saja. Ada juga patahan karang yang tersebar. Tetapi, sekarang sejak masyarakat sadar, tidak ada lagi pengeboman di daerah itu sehingga terumbu karang di daerah itu mulai tumbuh baik. Terumbu karang di sana didominasi oleh table coral, acropora dan sponge.
Yang membuat saya terkesima adalah sebuah koloni sponge yang sangat besar. Mungkin tingginya sekitar dua meter. Selain itu, disetiap bekas patahan karang yang besar ditumbuhi oleh bermacam-macam jenis acropora dengan beragam warna. Sayangnya saya tidak punya underwater camera alias kamera bawah air sehingga saya belum bisa untuk mengabadikan pemandangan yang sangat indah itu. Yang bisa saya abadikan di sana hanyalah pemandangan pantai dan sunsetnya. Indah sekali lho... Sekali-kali anda juga harus datang ke daerah saya, Sikka untuk menikmati panorama bahari yang begitu indah. Tidak kalah sama Bali lho... Bagaimana foto sunsetnya? Bagus kan? Oleh karena itu jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk datang ke Kota Maumere, Kabupaten Sikka di Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Oh ya, waktu hari minggu 18/11-2010 saya sempat pergi ke pantai disuatu tempat di daerah saya, Sikka yang namanya Pati Ahu untuk snorkling. Di sana sangat indah. Terumbu karangnya ada beberapa jenis. mungkin 12-an jenis kalo nggak salah. Ada juga sekitar 5 jenis sponge dan bermacam-macam jenis ikan yang berwarna-warni berenang bersama saya. Awalnya saya sedih karena melihat sebagian besar terumbu karang di sana rusak akibat bom. Banyak sekali terumbu karang yang ukurannya sangat besar sekitar tiga meter-an yang patah begitu saja. Ada juga patahan karang yang tersebar. Tetapi, sekarang sejak masyarakat sadar, tidak ada lagi pengeboman di daerah itu sehingga terumbu karang di daerah itu mulai tumbuh baik. Terumbu karang di sana didominasi oleh table coral, acropora dan sponge.
Subscribe to:
Posts (Atom)
